
BANDUNG,- Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat selenggarakan Sidang Pleno I Komisi Irigasi Daerah Provinsi Jabar, Selasa (24/2/2026).
Sidang pleno Komisi Irigasi dilaksanakan guna memperoleh masukan baik saran, informasi, koreksi, tanggapan, dan usulan dari para pemangku kebijakan maupun para pelaksana pengelolaan jaringan irigasi.
Kegiatan ini diawali dengan laporan dari Kepala Bidang Irigasi DSDA Provinsi Jawa Barat, Aan Heryandi, sambutan dan pengarahan Kepala Dinas SDA Jabar, Dikky Achmad Sidik.

Acara utamanya berisi paparan dari anggota Komisi Irigasi Jabar di antaranya Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan, BBWS Citarum, Cimanuk, dan Citanduy, Perum Jasa Tirta II, serta UPTD Wilayah Sungai di Lingkungan DSDA Jabar.
Pembahasan dalam sidang pleno I di antaranya terkait
1. Evaluasi dan rencana penyediaan sarana dan prasarana pertanian tahun 2026
2. Evaluasi tanam musim tanam satu tahun 2025/2026
3. Rencana pelaksanaan rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tahun 2026
4. Daerah rawan bencana alam tahun 2025/2026
5. Pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025
Peserta sidang pleno I merupakan anggota Komisi Irigasi Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari unsur pemerintah dan unsur nonpemerintah, yang meliputi perangkat daerah provinsi Jawa Barat, Balai Besar Wilayah Sungai, Perum Jasa Tirta II, UPTD PSDA, serta perwakilan P3A/GP3A/IP3A/Poklina dengan jumlah undangan sekitar ± 75 orang.

Kepala Dinas SDA Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya mengatakan, sidang pleno ini merupakan forum strategis untuk melakukan evaluasi pelaksanaan musim tanam MT I Tahun 2025/2026, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam rangka peningkatan kinerja pengelolaan irigasi di provinsi Jawa Barat.
“Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung program nasional swasembada pangan. Keberhasilan target produksi padi dan komoditas pangan strategis lainnya sangat bergantung pada keandalan sistem irigasi,” ujarnya.
Penulis: Adi Permana



