
BANDUNG-, Kepala Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa barat, Dikky Achmad Sidik, menjelaskan bahwa banyaknya alih fungsi lahan di berbagai daerah yang menyebabkan krisis air saat musim kemarau. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara TVRI Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).
Menjawab pertanyaan mengenai dampak yang ditimbulkan, Dikky menyoroti mengenai area resapan air hujan yang berkurang dikarenakan tertutup rapat oleh banyaknya beton bangunan.
“Terjadi perubahan tata bangunan lahan akan berpengaruh terhadap resapan, karena dari sisi koefisien saja sudah jelas selama ini, misalkan sebelumya mungkin terbagun 80% bisa menyerap kedalam tanah, kalau kemudian lahan hampir terbagun beton dan seterusnya tentu saja ini bisa mengubah pola ruang yang ada,” ujarnya.
Ia juga megimbau kepada warga, apabilA sumber airnya telah mengering agar segera melapor ke aparat kewilayahan untuk mendapat bantuan air bersih. “Kalau untuk mendesak memang bisa menyampaikan ke BPBD maupun ke pemerintah setempat untuk pemberian support dari PDAM setempat untuk melakukan pemberian air,” tambahnya.
Kedepannya Pemprov Jawa Barat dibantu oleh BPBD dan PDAM akan terus memastikan untuk mengirimkan bantuan air bersih. Diharapkan warga juga tidak boros dalam memakai air, sehingga cadangan air bisa bertahan hingga musim hujan tiba. (Adril/Magang)
Penulis: Adi Permana



