
BANDUNG,- Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat melaksanakan rapat bersama Deputi Bidang Tata Lingkungan dan SDA Berkelanjutan, Kementerian Lingkungan Hidup RI, terkait hasil pemantauan kesehatan mata air tahun 2025 dan rencana pemantauan kesehatan mata air tahun 2026, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini dibuka terlebih dahulu oleh Kepala Dinas SDA Jabar, Dikky Achmad Sidik dilanjutkan paparan dari Kepala Bidang Situ, Embung, Waduk, dan Air Baku Hendi Susilo Sofyan.
Dalam paparannya menyampaikan, salah satu strategi perlindungan mata air yang sudah dilakukan oleh Pemprov Jabar sesuai arahan Gubernur Jabar, ialah membebaskan lahan mata air.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Titi Novitha Harahap, S.P., M.T., selaku Koordinator Kelompok Kerja Tata Kelola Ekosistem Perairan Darat KLH/BPLH pada Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat Kementerian Lingkungan Hidup.
Titi menyampaikan, bahwa tahun 2025 telah dilakukan pemantauan kesehatan pada beberapa mata air di Wilayah Jawa Barat.

Selain itu, pemantauan dilakukan dengan bantuan partisipasi aktif masyarakat melalui Program Desa Peduli Sumber Air.
Program tersebut terdiri atas kegiatan pembangunan bangunan pelindung mata air, sarana prasarana pemanfaatan air hujan berupa instalasi pemanenan air hujan, dan sumur resapan.
Untuk selanjutnya, diharapkan seluruh OPD Kabupaten/Kota untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan rencana tahun 2026, melalui pemantauan untuk memperbaharui data kondisi kesehatan mata air dan berkoordinasi secara lebih intensif dengan pemda untuk membantu pemantauan.
Hasil pemantauan diharapkan ke depannya mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan dan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan perlindungan mata air.
Penulis: Adi Permana



