
Bandung-, Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan acara Workshop Konsep Desain CORE (Citarum Oxbow Remediation and Enhancement) di Aula Lantai 5 DSDA Provinsi Jawa Barat, Senin (31/8/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memaparkan draft cetak biru dan permodelan teknis sistem revitalisasi oxbow kepada instansi terkait dan para ahli untuk didiskusikan lebih dalam.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BBWS Citarum, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, serta tim dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Monash University Australia.
Workshop ini juga bertujuan unuk memperoleh review teknis (engineering review) terkait pemodelan hidrolika konektivitas sungai dan kapasitas rawa buatan, memastikan keamanan air tanah, menyesuaikan tata ruang sesuai dengan praturan daerah terkait, serta menyempurnakan draft dokumen sebelum diajukan dalam Sidang Pleno Rekomtek BBWS Citarum.
Kepala Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik, S.T., M.T., dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk membahas konsep desain CORE yang akan diterapkan pada oxbow di Citarum.

“Mudah mudahan kita bisa lebih memberikan ruang diskusi kepada semua yang hadir berkaitan dengan kegiatan konservasi sekaligus penataan oxbow sebagai bagian dari program Citarum Harum,” ujar Dikky.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terkait harus memberikan layanan air bersih yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat.
“Jadi dalam hal ini bagaimana kita bisa memberikan layanan air kepada masyarakat sehingga didalamnya kita bisa memastikan berkaitan dari sisi kuantitas maupun kualitas air yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Kerrie Burge dari Monash University menyampaikan bahwa teknologi dalam program CORE sudah diterapkan di berbagai tempat, namun perlu disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.

“Proyek kami ini bukanlah sesuatu yang baru, tetapi yang ingin kami lakukan adalah melihat bagaimana kita melakukan adaptasi terhadap konteks lokal dan regulasi di Indonesia,” ujarnya. (Magang/Adriel)
Penulis: Adi Permana



