
BANDUNG,- Menanggapi insiden bencana tanah longsor yang terjadi di Leuwikuya, Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat mengimbau seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya di kawasan jaringan irigasi. Langkah ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi kemarau yang berlangsung cukup lama dapat meningkatkan risiko kerentanan tanah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik, S.T., M.T., saat mejadi Pembina apel pagi ini, Senin (14/9/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai Dinas SDA Jabar, dan dilaksanakan secara hybrid seluruh UPTD PSDA Wilayah Sungai.
Dalam arahannya, Kepala Dinas menyampaikan, para pelaksana di lapangan diminta untuk secara aktif memonitor kondisi jaringan irigasi yang berada di area rawan.
Selain itu, sejalan dengan arahan Sekda Provinsi Jawa Barat mengenai penerapan tata pemerintahan yang baik (good governance), DSDA Jabar berkomitmen untuk tetap memenuhi seluruh target dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, terlepas dari dinamika serta keterbatasan anggaran yang ada.
"Di saat yang sama, seluruh jajaran diimbau agar selalu responsif terhadap kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan target capaian organisasi," ujarnya.
Mengingat indikator keberhasilan Pemprov Jabar merupakan akumulasi dari capaian pemerintah kabupaten dan kota, DSDA Jabar menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah. Dalam satu hingga dua minggu ke depan, koordinasi intensif akan dilakukan bersama pemerintah tingkat kabupaten/kota untuk merumuskan kembali program kerja dan indikator yang akan dicapai bersama.
Selain itu, menyikapi Nota Pengantar Gubernur terkait efisiensi tata kelola di lingkungan Pemprov Jabar, Dinas SDA bersiap menghadapi rencana penggabungan organisasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Seluruh personel diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap penyesuaian indikator baru agar target prioritas tetap terealisasi.

Menutup arahannya, pimpinan mengimbau seluruh elemen di lingkungan dinas untuk memaksimalkan kinerja dan menyelesaikan setiap target pembangunan yang tersisa dalam empat bulan ke depan di tahun ini.
Pada Apel Pagi tersebut ditutup dengan penyerahan Juara Umum pada acara perlombaan 17 Agustus yang diraih oleh UPTD PSDA Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno. Piala diserahkan langsung oleh Kepala Dinas kepada Kepala UPTD PSDA WS Cisadea-Cibareno. (Ninik)
Penulis: Adi Permana



