
BANDUNG,- Dalam upaya memperkuat sistem ketahanan air dan mitigasi bencana di musim kemarau, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Senin (7/7/2025). Forum ini bertujuan memetakan potensi lokasi pembangunan embung di Jawa Barat dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan kecerdasan artifisial (AI).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dinas Lt. 2 ini dihadiri oleh para peneliti BRIN, Kepala Bidang Situ, Embung, Waduk, dan Air Baku, staf bidang-bidang di DSDA Jabar.
Kepala Dinas SDA Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik menekankan pentingnya kolaborasi riset dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang menyebabkan ketidakteraturan pola hujan dan ketersediaan air. "Harapannya dari FGD ini memotivasi kami di DSDA Jabar untuk selalu berinovasi dalam memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat Jawa Barat," ujarnya.
Melalui pendekatan teknologi yang dikembangkan oleh BRIN, proses pemetaan lokasi embung kini tidak lagi bergantung semata pada survei manual di lapangan. Dengan memanfaatkan citra satelit, data spasial, tim riset dapat mengidentifikasi lokasi-lokasi strategis yang memiliki potensi tinggi untuk pembangunan embung baru secara lebih efisien dan akurat.
Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN, Prof. Dr. Muhammad Rokhis Khomarudin turut hadir pada kesempatan tersebut. Menurutnya, hasil pemodelan berbasis AI ini nantinya akan divalidasi dengan verifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian teknis dan sosial.
FGD ini juga menjadi ajang tukar pendapat antara peneliti, pemerintah daerah, dalam menyusun rencana pembangunan embung di Jawa Barat. Integrasi antara data penginderaan jauh dan kebutuhan di lapangan diharapkan dapat mendukung kebijakan pengelolaan sumber daya air di Jawa Barat.
Hingga kini, Jawa Barat telah memiliki ratusan embung yang tersebar di berbagai wilayah, namun kebutuhan akan infrastruktur baru terus meningkat seiring berkembangnya tantangan lingkungan dan pertumbuhan penduduk. Inisiatif berbasis teknologi ini diyakini mampu memberikan solusi yang berkelanjutan untuk mendukung ketahanan air dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam program ini, BRIN melakukan metode penelitian menggunakan machine learning. Hasil risetnya di antaranya berupa:
1. Identifikasi Situ
2. Identifikasi TSS (Total Suspended Solid)
3. Identifikasi Kekeringan Meteorologi
4. Potensi Embung
Sementara itu, output dari kolaborasi Pusat Riset Geoinformatika BRIN dengan DSDA Jawa Barat ini akan menghasilkan pemetaan situ, pemetaan TSS di situ, pemetaan kekeringan, titik lokasi embung, serta publikasi jurnal internasional bereputasi.
Penulis: Adi Permana



